Novel gadis seks melayu

03-Apr-2015 13:31 by 6 Comments

Novel gadis seks melayu

Saat sekolah di Virginia, Gadis banyak membaca buku-buku para filsuf Perancis seperti Albert Camus, Simone de Beauvoir, dan Jean Paul Sartre.Setelah lulus sekolah menengah di Virginia, Gadis pulang ke Indonesia.

Gadis Arivia mulai dikenal sejak peristiwa penangkapannya saat berdemonstrasi bersama puluhan ibu lainnya yang tergabung dalam Suara Ibu Peduli, menyuarakan isu kelangkaan susu bayi di bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Februari 1998.Saat itu, Gadis mengalami kesulitan mengikuti mata pelajaran yang menggunakan bahasa Indonesia. Setelah ayahnya meninggal pada Juli 1977, Gadis pun ikut kakaknya nomor dua, Arrizal Effendi, yang bertugas sebagai diplomat di Washington.Gadis melanjutkan sekolah menengah di Mc Lean High School, Virginia, Amerika.Saat bayi Gadis baru berumur dua minggu, keluarga besar ini pindah ke Ethiopia, mengikuti kepindahan tugas Sang Ayah. Di sini Gadis masuk sekolah dasar di British Embassy School di Budapest.Kemudian keluarga ini mengikuti Sang Ayah kembali lagi ke Indonesia. Gadis pun masuk ke sekolah menengah pertama di Tebet, namun, hanya sampai kelas satu.Gadis mempunyai dua orang anak bernama Anisa dan Benjamin.

Pada 11 Agustus 2006, Gadis Arivia dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendapatkan Tasrif Award-AJI sebagai Pejuang Kebebasan Pers 2006.

Saat itu, di Indonesia, feminisme masih menjadi teori atau wacana yang dianggap baru.

Salah satu pemikir feminisme yang dikaguminya adalah Barbara Smith.

Gadis menikah dengan Richard Pollard, laki-laki berkebangsaan Amerika. Kala itu, setiap akhir pekan, Pollard menjenguknya ke Prancis.

Gadis mengagumi Polard karena berdedikasi dan memulai karier jadi guru di Nepal, Pakistan dan Afrika.

Saat itu Gadis bersama dua ibu lainnya Wilasih Noviana dan Karlina Leksono ditangkap polisi.